Jika membahasa tentang pinjaman, memang seolah tidak ada habisnya. Untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat, maka bukan hal yang tidak mungkin jika seseorang atau lembaga mengajukan pinjaman untuk memperlancar usaha maupun memebuhi kebutuhannya.

Jenis Pinjaman Back to Back dan Mekanismennya

Kebutuhan yang seolah tidak ada habisnya ini memang mendorong masyarakat untuk terus mengajukan pinjaman, baik melalui bank, antar personal, atau pinjaman lainnya. Karena kompleksnya kebutuhan manusia, maka makin banyak pula lembaga yang memberi fasilitas pinjaman.

Kali ini artikel ini akan membahas tentang jenis pinjaman back to back. Mungkin ini terdengar sedikit asing di telinga masyarakat karena jarang digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Padahal pinjaman back to back merupakan salah satu bentuk pinjaman yang cocok dan direkomendasikan sebagai pemenuhan kebutuhan manusia.

Jenis Pinjaman Back to Back dan Mekanismennya

Pinjaman back to back merupakan pinjaman yang dilakukan dengan menjaminkan aset liquid yang memiliki bunga seperti uang kas, deposito, obligasi, maupun surat berharga lainnya. Bunga pinjaman back to back ini terbilang kecil, karena merupakan selisih dari bunga kredit umum dengan bunga aset berharga.

Berikut adalah gambaran dari pinjaman back to back.

  • Macam-Macam serta Tujuan Pinjaman Back to Back

Jenis pertama pinjaman ini yaitu berupa pinjaman untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Ini cocok untuk pembelian beberapa barang supermarket, toko, yang memiliki kemungkinan terus terjual dalam jangka panjang. Karena pinjaman ini membutuhkan waktu pencairan yang relatif cepat dan mudah. Jaminannya bisa berupa tabungan atau deposito.

Jenis kedua yaitu pinjaman untuk kekayaan personal. Konsepnya hampir mirip dengan saham atau reksa dana. Bedanya, pihak pemberi pinjaman menaruh uang sebagai portofolio usaha, yang kemudian disesuaikan dengan tingkat toleransi resiko serta kesanggupan membayar kembali dari si nasabahnya. Jenis ini membutuhkan aset obligasi sebagai penjaminnya.

Jenis ketiga yaitu pinjamna yang serupa dengan modal usaha, yaitu pinjaman yag ditujukan kepada wirausaha muda. Pinjaman jenis ini membutuhkan deposito dalam jumlah tertentu, obligasi, dan lainnya  sebgai penjaminnya.

  • Keunggulan Kompetitif dari Pinjaman Back To Back

Pinjaman ini tentunya memiliki kelebihan. Yang pertama, pinjaman ini dikenal sebagai pinjaman berantai dengan tingkal suku bunga yang sangat kecil. Umumnya pinjaman back to back ini memiliki tingkat suku bunga di kisaran 1 sampai 2% atau kurang dari 4%. Selain itu, selisih antara bunga deposito dengan tingkat suku bunga pinjaman terbilang sanagt tipis, sehingga total biaya bunga ynag nanti dibayarkan bersamaan dengan angsuran pinjaman back to back lebih hemaat.

Yang kedua, pinjaman jenis back to back ini memiliki batas maksimum untuk pengembaliannya yang cukup tinggi. Batas dari pinjaman back to back maksimum 90% dari nilai jaminannya, tergantung kebijakan dari tiap bank pemberi pinjaman.

  • Syarat Pinjaman Back To Back

Sebagai syarat, pinjaman back to back mengharuskan peminjam memiliki dana endapan yang cukup , baik didalam tabungannya sendiri maupun pihka ketiga yang terlibat dalam proses pinjaman back to back. Syarat lainnya tentunya melampirkan identitas yang valid mengenai data diri si peminjam saat mengajukan pinjaman.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *