Pernahkan kalian mendengar apa itu kredit investasi? Mungkin sebagian besar orang familiar dengan istilah kredit, namun jarang mendengar kredit investasi. Kredit investasi merupakan bentuk kredit dari lembaga keuangan misalnya bank kepada suatu perusahaan atau badan usaha dengan tujuan supaya perusahaan tersebut melakukan penanaman modal.

Kredit Investasi Dapat Dibedakan Menjadi Beberapa Kelompok

Kredit investasi dapat dikelompokkan menjadi kredit jangka menengah atau kredit jangka panjang. Hal ini tergantung dari besaran investasi yang diberikan. Selain itu, pinjaman kredit investasi dapat juga berupa proyek pembangunan pabrik baru, dimana ada andil perusahaan untuk ikut membantu berinvestasi baik berupa dana maupun keperluan lain yang mampu mempercepat proses pembangunan.

Tentu ada beberapa ketentuan pokok dalam program kredit investasi ini. Ketentuan ini biasanya dibuat oleh bank yang menyesuaikan program pemerintah. Kredit investasi ini juga memiliki peran bagi perusahaan untuk melakukan penyerapan tenaga kerja yang potensial, yang berdampak baik untuk mengurangi tingkat pengangguran yang terus meningkat tiap tahunnya. Berikut beberapa ketentuan-ketentuan dalam program kredit investasi :

  • Jangka waktu dalam kredit investasi

Pemberian jangka waktu kredit investasi ini tergantung dari kemampuan perusahaan dalam melakukan pembayaran kembali proyek yang sebelumnya dibiayai. Setiap bank memiliki kebijakan yang berbeda-beda dalam hal pengembalian kredit. Untuk bank-bank umum pemerintah, biasanya memberikan waktu pengembalian kredit selama 10 tahun, yang sudah termasuk masa tenggang selama 4 tahun. Sementara untuk bank pemerintah lama masa pengembalian kreditnya yaitu sebesar 15 tahun, sudah termasuk 6 tahun masa tenggang didalamnya. Jangka waktu ini mulai dihitung sejak perjanjian ditetapkan.

  • Golongan penerima kredit serta besaran kredit yang diberikan

Dalam kredit investasi untuk perusahaan, pada umumnya dibedakan menjadi 4 golongan. Golongan I & II mendapat kredit investasi sebesar Rp 75.000.000 , golongan III sebesar Rp 200.000.000 , dan golongan IV mendapat sebesar Rp 500.000.000 . penentuan golongan dapat dilihat dari jenis usaha yang dijalankan dan beberapa pertimbangan lainnya.

  • Besarnya pembiayaan sendiri

Perusahaan yang mengajukan permintaan program kredit investasi tentunya harus mampu membiayai diri sendiri melalui biaya investasi yang telah diberikan oleh bank dari kredit investasi. Jumlahnya tergantung dari golongan yang ditentukan langsung oleh pihak bank. Bank menggolongkannya menjadi dua, yaitu non prioritas dan prioritas. Golongan prioritas merupakan golongan yang mampu membiayai proyek yang tengah dijalankan sebesar 25%. Sementara jumlah kredit investasi yang diberikan oleh pihak bank adalah sebesar 75%. Sedangkan golongan non prioritas merupakan golongan yang mampu membiayai proyek yang tengah dijalankan sebesar 50%. Sementara jumlah kredit investasi yang diberikan oleh pihak bank adalah sebesar 50%.

  • Jaminan

Ada 2 jaminan yang diwajibkan diberikan kepada bank sebagai syarat pengajuan kredit investasi, yaitu berupa jaminan pokok serta jaminan tambahan. Jaminan tersebut merupakan syarat yang wajib dipenuhi kepada bank setiap perusahaan ketika hendak mengajukan permohonan pinjaman kredit investasi. Jaminan pokok dari kredit investasi ini berupa proyek yang tengah dibiayai oleh perusahaan melalui kredit investasi tersebut. Sementara jaminan tambahannya dapat berbentuk apa saja, namun dengan ketentuan besarnya tidak boleh lebih dari 50% dari total pinjaman investasi.


1 Comment

Rian · 20/04/2018 at 18:49

MantabBB info nya min, thx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *