Melakukan pinjaman bukanlah suatu hal yang tabu untuk dilakukan, apalagi jika menyangkut kegiatan yang produktif. Pinjaman yang digunakan untuk tujuan produktif tentu akan membawa efek yang positif, terutama bagi perekonomian.

Bijak Kah Menggunakan Modal Pinjaman Untuk Investasi Reksa Dana?

Investasi reksa dana merupakan salah satu perwujudan kegiatan yang produktif. Jika kita ingin melakukan investasi reksa dana namun dengan modal pinjaman, bijaksanakah hal tersebut?

Pada dasarnya kegiatan pengajuan pinjaman merupakan hal yang lumrah terjadi dalam masyarakat, khususnya untuk kegiatan produktif. Di tingkat negara, pinjaman untuk pembangunan infrastruktur sebagian didanai melalui pinjaman dari penerbitan Surat Utang Negara ( SUN ).

Pada tingkat perusahaan juga sama. Perusahaan memiliki opsi untuk meminjam uang dari bank atau menerbitkan obligasi. Pada tingkat investor saham, margin trading adalah kegiatan dimana investor dapat melakukan pembelian saham dengan menggunakan uang pinjaman melalui perusahaan sekuritas.

Pinjaman tidak hanya digunakan untuk mengatasi kekurangaan pendanaan saja, namun juga mampu membantu meningkatkan keuntungan dalam berinvestasi. Namun penggunaan pinjaman itu tidaklah gratis. Ada bunga yang perlu dibayarkan sehingga sebagai pelaku peminjaman dana harus mampu berhitung dengan baik.

Investasi di saham dapat difasilitasi dengan pinjaman margin dari perusahaan sekuritas, apakah investasi reksa dana bisa juga dilakukan dengan pinjaman? Investasi reksa dana dengan menggunakan fasilitas pinjaman dinilai kurang bijaksana. Alangkah bijaksana jika investor tidak menggunakan pinjaman intik investasi reksa dana.

Alasan Reksa Dana Dinilai Tidak Bijaksana

Ada 2 alasan mengapa hal tersebut dinilai tidak bijaksana. Yang pertama, adanya perbedaan yang jelas antara Long Term Investing dengan Trading. Long Term Investing merupakan strategi investasi menggunakan pendekatan beli jangka panjang. Investor akan mempelajari fundamental serta menganalisa harga wajar serta melakukan pembelian dengan harapan mendapatkan keuntungan maksimal dan jangka panjang.

Sementara Trading merupakan strategi dalam berinvestasi dengan pendekatan jangka pendek dengan tujuan keuntungan dalam waktu cepat. Karena cenderung dilakukan dengan waktu yang cepat, hitungan jam atau hari, keuntungannya tidak terlalu besar namun bisa didapatkan bisa berkali-kali.

Dalam investasi reksa dana tidak cocok menggunakan metode Trading. Hal ini dikarenakan persentase fluktuasi harga tidak sebesar saham sehingga tidak mendukung dilakukannya trading. Sehingga metode yang cocok adalah Long Term Investing.

Pada investasi reksadana yang umumnya jangka panjang, apabila menggunakan pinjaman maka akan timbul kewajiban untuk membayar bunga serta pinjaman pokok. Selain itu, belum ada instansi yang secara resmi memberikan pinjaman untuk investasi reksa dana. Hal ini dikarenakan pinjaman untuk investasi reksa dana belum umum.

Kesimpulan yang bisa diambil yaitu tidak bijaksana untuk menggunakan pinjaman sebagai modal untuk investasi reksa dana. Saat inipun telah ada reksa dana mikro yang memberi kesempatan anda untuk berinvestasi mulai dari Rp 100.000 . Investasi yang baik yaitu dengan membuat rencana keuangan terlebih dahulu agar bisa menyisihkan pendapatan untuk berinvestasi di reksa dana. Dengan begitu, anda dapat berinvestasi di reksa dana tanpa perlu takut terlilit hutang akibat pinjaman. Cukup dengan menyisihkan sebagian pendapatan anda dan melakukan perencanaan yang matang.


1 Comment

Sitompul · 22/03/2018 at 18:30

Apa gk terlalu beresiko min? alo benar gk beresiko bakal saya lakuin ke depannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *