Ketika sudah memutuskan untuk berinvestasi, maka ada banyak hal yang dapat dilakukan, 2 di antaranya adalah ‘menanam’ uang pada produk deposito atau membeli emas. Memang keduanya sangat menggiurkan dan memiliki nilai investasi yang tinggi. Akan tetapi, kira-kira mana yang lebih menguntungkan?

Deposito

Secara umum, deposito adalah ‘menitipkan’ uang ke bank untuk dapat dipuatr kembali oleh pihak yang bersangkutan. Ketika setelah diputar kembali ternyata menghasilkan, maka pihak bank akan memberikan imbalan berupa bunga beberapa persen dari uang yang disetorkan sebelumnya.

Agar banyak orang yang berkenan mendepositokan sejumlah uangnya atau juga agar dana yang disetorkan dalam jumlah banyak, maka pihak bank rata-rata memberikan tawaran berupa bunga yang tinggi. Dengan bunga tinggi maka ketika uang yang sudah ‘diputar’ tersebut menghasilkan sesuatu yang baik, maka pihak pemilik deposito akan mendapatkan imbalan yang besar pula.

Hanya saja jika pihak bank menetapkan persentase bunga yang sangat tinggi atau besar dari yang sudah ditetapkan oleh  Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), maka ketika terjadi masalah sampai pihak bank yang bersangkutan harus dilikuidasi, maka pemerintah tidak dapat memberikan bantuan atau jaminan. Maka ketika bank memberikan tawaran bunga yang melebihi ketentuan dari LPS, maka jika terjadi likuidasi, maka sang pemilik uang tidak akan dapat menarik uangnya lagi.

Satu hal yang perlu diingat adalah nilai uang yang diputar oleh bank akan mengikuti tingkat inflasi. Dengan kata lain, dapat saja sang pemilik uang akan mendapatkan imbalan sedikit karena inflasi dapat membuat nilai uang berbeda.

Emas

emas-batangan

Sejak beratus-ratus tahun lalu, emas adalah salah satu jenis komoditas dengan nilai besar. Hal itu dikarenakan emas merupakan hasil tambang yang memiliki nilai tinggi dan sangat langka untuk mendapatkannya.

Berinvestasi emas adalah sesuatu yang sangat menggiurkan dan menguntungkan, hanya saja dibutuhkan tempat yang sangat aman untuk dapat menyimpannya. Adapun menyimpan di tempat penyimpanan khusus, seperti bank, maka masih harus mengeluarkan dana lainnya. Dan jika disimpan di rumah, maka sangat berisiko karena akan menjadi incaran orang jahat. Sisi minum lainnya dari emas adalah tidak adanya bentuk bunga atau deviden sebagai imbal baliknya.

Hanya saja, tidak seperti deposito, emas dalam bentuk apapun akan tetap dinilai sebagai sesuatu barang berharga di mana saja. Bahkan emas tetap dapat diperdagangkan secara bebas di negara satu ke negara lainnya. Walaupun ada kalanya nilai tukar emas mengalami penurunan, akan tetapi ketika naik, nilainya justru lebih besar lagi dibandingkan nilai awalnya.

Mana yang lebih menguntungkan?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka kembali lagi ke setiap individu yang ingin berinvestasi serta tujuannya.  Jika ingin melakukan investasi jangka pendek, sekitar beberapa bulan saja, maka deposito adalah pilihan yang tepat untuk dapat dilakukan.

Akan tetapi, jika ingin melakukan investasi jangka panjang, maka lebih disarankan untuk memilih investasi emas daripada deposito. Hal itu dikarenakan nilai tukar emas akan semakin naik dari tahun ke tahun, sedangkan seperti yang disebutkan di atas, dikarenakan ada inflasi maka nilai mata uang dapat menurun ketika sudah berganti tahun.