Pernahkah Anda merasa takjub saat melihat seorang kenalan meminjam uang dalam jumlah besar di bank? Anehnya, orang tersebut tak terlihat terbebani dan tetap enjoy saja menjalani hidup. Well, jangan langsung menjudge kalau orang tersebut memang berniat tak membayar hutangnya, ya.

Sebab sebenarnya memang ada cara yang menjadikan Anda lebih mudah membayar pinjaman di bank berapapun besarnya tanpa perlu merasa cemas. Simak informasinya berikut ini:

Menggunakan tenor minimal

Saat mengajukan pinjaman ke bank, kebanyakan orang akan memilih tenor yang terlama alias waktu pelunasan yang panjang. Sebab secara sekilas, tenor yang panjang akan membuat cicilan per bulannya lebih rendah. Tapi coba hitung lagi, kalau ditotal, jumlah keseluruhan uang yang Anda bayarkan ke bank justru jauh lebih banyak dari yang Anda pinjam.

Belum lagi kalau bank tidak menggunakan bunga flat, otomatis nilai cicilan akan makin tinggi dari bulan ke bulan. Maka dari itu, lebih baik Anda mengambil tenor minimal yang meski cicilannya lebih tinggi, namun Anda tak akan terjebak dengan hutang terlalu lama.

Say no to kartu kredit

Anda mungkin ingin pinjaman di bank cepat lunas, sehingga memilih menutupnya dengan menggunakan kartu kredit. Masalah memang tampaknya selesai sampai di sini. Tapi Anda harus ingat, yang Anda lakukan sebenarnya bukanlah melunasi pinjaman melainkan mengganti dengan pinjaman lain.

Ya, meski tak terlihat namun dana yang dikeluarkan melalui kartu kredit sendiri sebenarnya adalah pinjaman yang harus Anda kembalikan. Bahkan pinjaman melalui kartu kredit memiliki bunga yang jauh lebih tinggi sehingga bisa mencekik leher. Apalagi pengguna kartu kredit sering tidak sadar saat menggunakannya dalam jumlah besar.

Jangan bayar utang dengan jual investasi

Di saat merasa kepepet karena tak bisa membayar sisa hutan, pastikan untuk tidak menjual aset investasi seperti rumah. Sebab pinjaman jangka pendek sebenarnya bisa diselesaaikan dengan mudah. Sementara jalau Anda menjual aset untuk membayar hutan, sampai kapanpun aset tersebut tidak akan kembali. Jadi lebih baik cari cara lain untuk melunasi hutang tanpa perlu menjual aset.

Tak perlu memanfaatkan top up

Sekilas, top up memang seperti solusi yang menjanjikan di saat Anda kesulitan membayar pinjaman. Melalui top up, Anda bisa meminjam uang nominal lebih besar untuk melunasi yang sebelumnya dan sisa uangnya bisa diterima secara tunai. Apakah sampai di sini masalah selesai? Tentu tidak! Sebab Anda sebenarnya hanya beralih dari cicilan dengan angka rendah menjadi cicilan yang angkanya lebih tinggi.

Lunasi sesuai jangka waktu yang ditetapkan

Rasanya memang tidak enak ketika masih memiliki hutang, seperti ada tanggungan yang membebani. Tapi bukan berarti pula Anda perlu melunasi pinjaman lebih cepat dari jangka waktu sebelumnya, apalagi jika bunganya flat.

Sebab hal ini akan menjadikan Anda terkena biaya tambahan yaitu biaya administrasi dan penalti yang tentu saja jumlahnya tak sedikit. Kalau memang ada uang lebi, sisihkan saja dalam tabungan untuk nantinya digunakan dalam membayar cicilan setiap bulannya.